Tidak hanya menginstruksikan pemberian sanksi tegas kepada masyarakat pelanggara protokol kesehatan (prokes), Pemkab Nganjuk juga memastikan tidak ada lagi kegiatan sekolah tatap muka. Penghentian kegiatan belajar mengajar (KBM) langsung itu diganti daring seluruhnya, sebagai respons atas status zona merah Covid-19.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat menegaskan, seluruh kegiatan kegiatan belajar mengajar mulai PAUD hingga SMA/SMK dilakukan secara daring tanpa pengecualian.

Kebijakan meniadakan KBM tatap muka tersebut berlaku baik di sekolah negeri maupun swasta di seluruh Nganjuk. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan Corona yang terus bertambah.

“Kami tidak ingin wabah meluas dan memunculkan klaster sekolah, makanya seluruh pendidikan di semua tingkatan diselenggarakan daring semuanya,” tegas Mas Novi, sapaan Bupati Nganjuk, Kamis (14/1/2021).

Di samping itu, dikatakan Mas Novi, pihaknya menginstruksikan seluruh Tim Satgas Penanganan Covid-19 d isemua tingkatan untuk lebih efektif dan masif dalam menjalankan tugas. Yakni semakin mempertajam penerapan aturan prokes pencegahan Covid-19.

Di antaranya membatasi kegiatan masyarakat yang menimbulkan kerumunan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Baik kegiatan keagamaan, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan sebagainya. Termasuk tempat hiburan dan kafe-kafe yang semakin banyak beroperasi tanpa menerapkan prokes.

“Dengan status zona merah Covid-19 ini, kita harus menjadi lebih perhatian dan ini berbahaya kalau terus dibiarkan. Makanya perlu tindakan lebih keras dalam penegakan disiplin prokes kepada masyarakat, dan ini semua demi kesehatan dan keselamatan warga,” jelasnya.

Khusus untuk satgas tingkat kecamatan, diharuskan lebih serius menggelar operasi yustisi. Bila ada warga yang melanggar prokes, harus dikenai sanksi lebih tegas sesuai aturan yang telah dikeluarkan.

“Satgas silakan bertindak lebih tegas, karena warga kelihatanya banyak yang tidak peduli dengan bahaya Covid-19 dengan mengabaikan pakai masker. Biarlah saya dinilai kejam memerintahkan penindakan tegas, tetapi itu semua demi kesehatan dan keselamatan warga,” ucap Mas Novi.

Bupati juga menginstruksikan seluruh ASN Pemkab Nganjuk menjadi contoh masyarakat dalam mematuhi prokes. Di manapun keberadaan ASN, harus tetap mematuhi prokes. “Kami ingin Nganjuk segera keluar dari zona merah dengan segala daya upaya untuk mencegah penularan virus corona,” tuturnya.

Sementara data sebaran covid-19 di Nganjuk hingga saat ini sebanyak 1.412 kasus positif, kasus sembuh 1.165, dan kasus meninggal dunia 157 orang atau mencapai 11 persen dari jumlah kumulatif positif. ****